PERISTIWA ISRA MI’RAJ

Dalam islam

QS Al Ma’arij: 3-4 —  “(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat yg tinggi. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.

Penelitian Ilmuwan:

  • Dalam ilmu fisika ada sebuah teori yang menjadi tonggak perkembangan fisika modern. Teori itu disebut Teori relativitas khusus (TRK).
  • TRK ini menyatakan bila orang bergerak dengan laju tinggi maka dia akan mengalami dilatasi/pemuluran waktu. Artinya, satu menit bagi orang yang bergerak bisa jadi lima menit atau lebih bagi orang lain yang diam.
  • Menurut prinsip TRK, hanya materi tak bermassa yang bisa bergerak dengan laju cahaya dan materi tersebut hanya foton yang tidak lain adalah gelombang medan elektromagnetik.

Penafsiran ini pada gilirannya menuntun pada kesimpulan bahwa isra’ dan mi’raj nabi saw hanya sebatas ruhnya.

Percobaan:

Dalam ilustrasi dua dimensi ruang tertutup mengembang diberikan oleh permukaan balon dengan tempelan potongan-potongan kecil kertas.

Permukaan balon adalah jagat raya secara keseluruhan, potongan kertas menyatakan galaksi sedangkan permukaan balon tanpa tempelan adalah ruang antar galaksi. Bila ditiup balon akan mengembang dan kertas-kertas akan berjauhan. Artinya, alam semesta berkembang dan galaksi-galaksi saling menjauh.

Dari sisi jagat raya dua dimensional ruang di dalam dan di luar permukan dapat dipandang sebagai dimensi ekstra dari jagat raya tertutup dua dimensi. Dalam perspektif ini bisa dikatakan bahwa langit adalah ruang selain permukaan bola.

Dalam sudut pandang ruang tiga dimensional, terdapat ruang di dalam dan di luar permukaan bola.

Dan mi’raj adalah keluar dari langit material dan masuk langit atau ruang immaterial. Lebih spesifiknya, Nabi ‘Alaihi sholatu Wasalam keluar dari permukaan bola tiga dimensi (hypersphere) menuju dimensi lebih tinggi dimana Sidratul Muntaha berada.

 

Penemuan Ilmiah:

Dimensi ekstra dikenal baik di fisika. Keberhasilan memadukan gaya elektromagnetik dengan gaya lemah dalam teori elektro lemah menuntun pada teori kemanungalan agung (Grand Unified Theory, GUT).

GUT klasik belum sepenuhnya berhasil merealisasikan impian kemanunggalan gaya elektromagnetik, lemah dan kuat. Impian tersebut baru dipenuhi oleh GUT supersimetrik dengan konsep superruang delapan dimensinya. Empat dimensi ruang-waktu kita dan empat lainnya adalah dimensi Grassmannian tempat pasangan super setiap ciptaan berada.

Tetapi GUT supersimetrik masih menyisakan masalah hirarki konstanta kopling gaya-gaya.

Tahun 1998 Arkani Hamed dkk menggagas unseen atau extra dimension dan berhasil mengatasi masalah tersebut. Di dalam konsep dimensi ekstra ruang-waktu empat dimensi tempat kita tinggal digambarkan sebagai garis lurus pada permukaan tabung silinder. Sedangkan keseluruhan permukaan lainnya merepresentasikan dimensi yang lebih tinggi. Partikel pasangan super yang berada di dimensi Grassmannian atau bulk particle di dalam dimensi ekstra versi Arkani Hamed bisa berinteraksi dengan partikel di ruang kita pada tingkat energi tertentu.

MI’RAJ – TELEPORTASI KUANTUM

 

Kejadian mi’raj ini pun secara sains dapat dikaji pada tataran kuantum dengan teori Teleportasi Kuantum. Tetapi butuh pemahaman lebih lanjut mengenai bagian paling dasar dari teori mekanika kuantum. Kuantum itu sendiri berasal dari kuanta atau paket atau butir atau dalam istilah bahasa seperti countable noun sedangkan pendapat pertama seperti uncountable noun.

Sebenarnya mekanika kuantum secara prinsip tidak memungkinkan proses teleportasi. Kaidah ketidakpastian Heisenberg tidak memungkinkan kita mengetahui secara tepat posisi dan momentum suatu obyek pada waktu yang bersamaan. Akibatnya, tidak mungkin men-scan secara sempurna suatu obyek yang akan diteleportasikan. Scanning akan senantiasa memberikan error atas lokasi dan kecepatan elektron dan atom suatu obyek.

Satu dasa warsa lalu, fisikawan C.H.Bennet dari IBM, G.Brassard, C.Crepeau dan R. Josza dari Universitas Montreal, dan A.Peres dari Institut Teknologi Technion Israel menemukan cara memanfaatkan kuantum untuk teleportasi. Dan teleportasi kuantum telah menjadi kenyataan laboratorium bagi foton, partikel individual dari cahaya. Meskipun demikian teleportasi dari benda skala makro masih berupa fantasi.

Barangkali dari sini kita bisa mengambil sebuah kerangka berfikir bahwa Isra’ Mi’raj adalah teleportasi kuantum yang terjadi pada skala makro.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s